Evo Morales : Presiden Bolivia menantang arogansi Amerika

Collection Location Balai Besar Riset Sosial Ekonomi Kelautan Perikanan KP Jakarta - Ancol
Edition
Call Number 329(84) SUY e
ISBN/ISSN 979-114-070-7
Author(s) Hempri Suyatna
Subject(s) Politik
Sejarah
Ilmu Pemerintahan
Autobiografi
Classification 329(84)
Series Title
GMD Buku
Language Indonesia
Publisher Hikmah
Publishing Year 2007
Publishing Place Jakarta
Collation vii-207p. ; ills. tab. 18 cm
Abstract/Notes Setelah Fidel Castro (Kuba), Hugo Chavez (Venezuela) dan Mahmoud Ahmadinejaad (Iran), Juan Evo Morales Ayma muncul sebagai salah satu pemimpin negara yang dengan gagah berani menentang kesombongan dan arogansi Amerika Serikat. Presiden Bolivia ini telah menunjukkan bagaimana sebuah negara tidak bisa seenaknya diinjak-injak oleh para pemilik modal dan menjadi kepanjangan tangan dari imperialisme barat. Ia mampu bersikap keras dan tegas terhadap kekuatan-kekuatan yang berusaha untuk menindas rakyatnya. Morales melakukan cara-cara untuk mengangkat harga diri bangsanya tanpa rasa takut maupun cemas, karena ia yakin bahwa rakyat akan selalu berada di belakangnya sepanjang dia benar-benar berjuang untuk kepentingan rakyat. Morales menunjukkan bahwa seorang pemimpin harus lebih memilih berjuang dan mengabdi untuk kepentingan rakyatnya ketimbang tunduk pada sebuah kepentingan asing. Bermodalkan kepercayaan rakyat yang memilihnya dalam Pemilihan Umum, Evo Morales dengan gaya kepemimpinan yang lugas berhasil mengakhiri dominasi asing dalam pengelolaan sumber daya alam di negaranya hanya dalam waktu sekitar 10 bulan. Tak cukup di situ saja, ia juga menunjukkan keperpihakannya kepada rakyat dengan melakukan berbagai kebijakan populis seperti melegalkan koka, redistribusi lahan, dan berbagai kebijakan sosial dalam bidang pendidikan, kesehatan, dan kebutuhan hak-hak asasi manusia untuk rakyat miskin. Bahkan, ia juga melakukan pemotongan separuh gajinya untuk dialokasikan ke sektor pendidikan dan kesehatan. Sebuah teladan yang tentunya bisa menjadi inspirasi bagi para pemimpin negara-negara lain untuk mengelola negaranya termasuk juga Indonesia.
Specific Detail Info
Image
  Back To Previous